• April 18, 2026

Papadaan KMKM

Media Komunikasi & Dedikasi Jama'ah

Belajar Bahasa Amiyyah bersama KMKM | Mengembalikan Kemampuan Berbahasa Amiyyah urang Banua

Kairo, Reporter Majalah Papadaan – DP Pendidikan dan Kebudayaan KMKM Kabinet MURAKATA sukses gelar acara “Belajar Bahasa Amiyyah” Sabtu (16/02) bakda maghrib di Wisma KMKM tercinta. Acara ini sempat mengalami beberapa kali pergeseran jadwal yang dikarenakan kendala dalam penyesuaian waktu dengan pemateri, tetapi alhamdulilah akhirnya berhasil terselenggarakan juga.

Acara yang dimoderatori oleh Syerin Aulia, mahasiswi KMKM angkatan Borneo Alwana ini memulainya dengan memperkenalkan terlebih dahulu siapakah pemateri pada acara kali ini. Menariknya, pemateri adalah senior KMKM sendiri, Hj. Basmah Amanuddin, Lc, Dipl. Atau lebih akrab disapa dengan Ka Basmah. Yang mana lebih dari setengah hidup beliau itu dihabiskan di negeri Arab, bahkan beliau sendiri pun lahir di negeri Arab. Dan ini menjadi kelebihan tersendiri dari acara belajar bahasa amiyyah kali ini dengan acara tahun sebelumnya.

Pertama-tama Ka Basmah menyampaikan bahwa bahasa itu adalah lughoh, lalu kemudian lahjah dan terakhir lagnah atau logat maupun aksen dalam berbicara. Amiyyah sendiri adalah perpecahan dari lughoh, yang berupa lahjah. Dan Bahasa Arab memiliki beberapa lahjah, seperti lahjah as-su’udiyyah, lahjah at-tounisiyyah, lahjah al-maghribiyyah dan lahjah asy-syamiyyah. Tetapi yang paling terkenal adalah lahjah Mesir, karena zaman dulu Mesir berada yang terdepan dalam segala aspek perkembangannya. Dan bahasa Amiyyah juga memiliki perubahan dalam pelafalan beberapa hurufnya dengan bahasa Arab Fushah. Seperti huruf “qof” yang dilafalkan menjadi huruf “alif”, huruf “tsa” menjadi huruf “ta”, huruf “hamzah” menjadi huruf “ya” dan huruf “jim” menjadi huruf “g” dalam Bahasa Indonesia.

Ka Basmah pun melanjutkan penjelasan kaidah-kaidah yang ada dalam bahasa Amiyyah, seperti imbuhan huruf ba’ pada fi’il mudhari’, imbuhan huruf ha’ pada fi’il yang menunjukkan mustabal, dan imbuhan huruf maa diawal fi’il dengan huruf syin juga diakhir fi’ilnya untuk menunjukkan bentuk nafi dalam kalimat.

Penjelasan mengenai bahasa Amiyyah dilanjutkan ke sesi tanya jawab dari warga KMKM yang hadir dengan sangat antusias. Acara berlangsung begitu menyenangkan, santai tetapi materi tetap tersampaikan dengan baik. Diakhir sesi ini pula sebuah video cartoon berbahasa Amiyyah diputarkan dan sedikit dianalisis kata-kata asing yang belum pernah didengar.

Acara pun berakhir dengan pemberian piagam kepada pemateri dan ditutup dengan doa serta foto bersama. Kemudian menyantap hidangan yang disajikan sambil berbincang santai.

Reporter : Daimah Ahmad
Editor : Muhammad Aqilurrahim

Masukkan Komentar