Reporter Majalah Papadaan, Kairo (16/9) Dewan Pengurus Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir Periode 2023-2024 kembali mengadakan Seminar Kharitatul ‘Ulum di Wisma KMKM.
Agenda seminar langsung dibuka oleh Ustaz Khairul Abdillah selaku pembawa acara dengan membaca Surah Al-Fatihah, dan dilanjut dengan beberapa sambutan.

Sambutan pertama tentu disampaikan langsung oleh Gubernur KMKM Ustaz Muhammad Surya Hakim, dalam sambutannya beliau memaparkan makna dari kata سلك di dalam Hadist Nabi SAW.
“من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له طريقا إلى الجنة.”
“Karena jika mengambil diksi selain سلك seperti ذهب atau سفر makna yang dihasilkan mungkin saja hanya sebatas berjalan menuju hal kesenangan sahaja, maka dipilihlah kata سلك yang memiliki makna utama berjalan tegap dan fokus menuju tujuan yang diimpikan.” Jelasnya tentang makna kata tersebut.
Sambutan lainnya dilanjutkan oleh Ketua Panitia, “Dengan adanya agenda semacam ini, semoga kegelisahan dan kebingungan kita selaku penuntut ilmu yang kemarin hingga saat ini akan terjawab oleh pemateri kita.” Ujar Ustaz Muhammad Dzaky Siddiq.

Agenda inti diambil alih oleh Ustaz Ubaidillah Marjan selaku moderator membersamai narasumber Ustaz Muhammad Ajrurridha, Lc. menyampaikan inti pokok dari agenda Khoritatul ‘Ulum bahwa kita perlu mengetahui dan memahami ilmu maqashid yang tercantum di dalam Hadist Jibril AS, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan, atau yang populer sekarang dengan istilah Aqidah, Syariat, dan Tashawwuf. Adapun kiat kita sebelum menuju ilmu maqashid tersebut wajib adanya untuk terlebih dahulu mempelajari dan memahami ilmu wasaail yang terdiri dari Matan Lughoh, Nahwu, Sharaf, Balaghah, Mantiq, Aqidah dasar, dan Ushul Fiqih atau yang biasa disebut dengan ilmu ‘alat.
Kemudian beliau memaparkan tentang Arkan Al-‘Ilm yang meliputi murid, guru, buku, manhaj, dan lingkungan. Di akhir materi beliau juga menambahkan terhadap persepsi orang tentang bagaimana jika sudah berada di Mesir namun masih saja belajar dengan orang Indonesia yang mana akan menimbulkan kepercumaan. “Bukan dari siapa kita belajar, melainkan seberapa banyak kita mengambil istifadah dari siapapun, tak terkecuali dari orang Indonesia sekalipun.” tangkas beliau terkait persepsi tersebut.

Agenda diakhiri dengan sesi penyerahan penghargaan oleh pihak panitia pelaksana kepada narasumber dan foto bersama para peserta seminar.
Reporter: Riska Mulyana
Editor: Andre Audia
