
Indonesia adalah negara yang dikenal dengan negara yang kaya dengan keragaman suku bangsa dan budayanya. Keanekaragaman budaya Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku bangsa. Kurang lebih ada 300 suku bangsa, setiap suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya.
Indonesia juga dikenal dengan negara Seribu Pulau. Negara ini terdiri dari 17.508 pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Indonesia memiliki pulau-pulau yang besar, di antaranya adalah pulau Kalimantan, Sumatera, Papua. Di antara pulau yang besar tersebut penulis akan bercerita sedikit tentang Pulau Kalimantan yang dikenal juga dengan Borneo. Pulau Kalimantan dibagi menjadi beberapa wilayah, yaitu: Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Di antara semua Pulau Kalimantan penulis akan sedikit menukil cerita di balik keunikan tentang wilayah pulau Kalimantan Barat yang Ibu otanya adalah Pontianak.
Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan dengan Ibu kota Pontianak.

Luas wilayah provinsi Kalimantan Barat adalah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia). Merupakan provinsi terluas ke empat setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki provinsi “Seribu Sungai”. Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang di antaranya sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan.
Kalimantan Barat berbatasan darat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia. Walaupun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut, akan tetapi Kalimantan Barat memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah provinsi Kepulauan Riau.
Mayoritas masyarakat Kalimantan Barat menganut agama Islam. Wilayah-wilayah mayoritas muslim di Kalimantan Barat yaitu daerah pesisir yang mayoritas didiami Suku Melayu seperti Kabupaten Sambas, Mempawah, Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Kapuas Hulu dan Kota Pontianak. Daerah Kabupaten Melawi dan Kota Singkawang penduduknya rata-rata beragama Islam. Agama Islam juga dianut Suku Jawa, Madura dan Bugis yang berada di Kalimantan Barat.
Di daerah pedalaman yang didiami Suku Dayak yang mayoritas penduduknya beragama Kristen (Katolik/Protestan) seperti di Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Sintang dan Sekadau. Orang Tionghoa di Kalimantan Barat kebanyakan menganut agama Buddha dan Kristen (Katolik/Protestan). Di wilayah yang banyak terdapat etnis Tionghoa seperti Kota Singkawang dan Pontianak juga terdapat penganut Budha dalam jumlah cukup besar.
Kota yang dikenal dengan Tugu Khatulistiwanya ini, juga mempunyai cerita dan sejarah yang unik dan menarik, mulai dari penamaan kota Pontianak itu sendiri, nama Pontianak yang tersebar di kalangan masyarakat berasal dari dua nama hantu, yaitu: “Pocong & Kuntilanak”. Benarkah di Kota ini tempat berasalnya hantu Pocong & Kuntilanak? Dan kota ini juga terkenal dengan sungainya yang sangat panjang, yaitu sungai Kapuas. Sungai ini merupakan sungai yang terpanjang di pulau Kalimantan dan sekaligus menjadi sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai 1.143 km.
Penulis akan menceritakan sedikit sejarah yang diambil dari beberapa referensi. Semoga bisa membantu para pembaca, di antaranya adalah:
- PONTIANAK KOTA KHATULISTIWA
Kota Pontianak didirikan oleh Syarief Abdurahman al-Kadrie, pada tanggal 23 Oktober 1771. Kemudian Syarief Abdurahman dinobatkan sebagai kesultanan Pontianak. Nama Pontianak sendiri di percaya ada kaitannya dengan kisah dongeng Syarief Abdurahman yang sering diganggu oleh hantu “Kuntilanak” ketika beliau menyusuri sungai Kapuas sepanjang 1100 km yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Menurut cerita, Syarief Abdurahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu, sekaligus menandadakan dimana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanan didirikan, dan hingga kini, budaya membunyikan meriam masih kerap dilakukan warga saat acara-acara tertentu di Pontianak, gunanya untuk tetap memerangi hantu “Kuntilanak”.
- SUNGAI KAPUAS
Sungai Kapuas atau sungai Batang Lawai merupakan sungai yang terpanjang di Indonesia dengan panjang sekitar 1143 km. Sungai ini membelah kota Pontianak dan simbolnya diabadikan sebagai Lambang kota Pontianak, walaupun telah mengalami pencemaran akibat aktivitas penambangan emas, sungai Kapuas ini tetap menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai. Sungai Kapuas pun tak luput dari cerita mistis mengenai penunggu sungai Kapuas, masyarakat mengenalnya dengan sebutan Puaka.
Puaka adalah hantu penunggu atau indentik dengan sesuatu yang besar dan tinggal sejak lama di suatu wilayah. Puaka sungai Kapuas ini menurut mitos yang tersebar di masyarakat adalah sejenis ular besar yang melintang di dasar sungai Kapuas, di mana ekornya tepat di muara sungai Sekayam dan kepalanya di daerah Pancur Adji. Bahkan kabarnya pula, di sungai ini pun terdapat kerajaan Ghaib. Wallahu’alam.
- TUGU KHATULISTIWA
Kota ini terkenal sebagai kota Khatulistiwa, karena dilalui garis Lintang 0 derajat bumi, di Utara kota Pontianak ini tepatnya di Siantan terdapat Monumen atau Tugu Khatulistiwa, yang dibangun tepat di garis lintang 0 derajat bumi. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monumen ini adalah salah satu icon wisata Pontianak. Bangunan tugu ini terdiri dari empat buah tonggak kayu berlian atau kayu besi, masing-masing berdiameter 0.30 meter dan tonggak bagian belakang lingkaran serta anak panah penujuk arah, berdiameter setinggi 4.40 meter. Di diameter lingkarannya terdapat tulisan sepanjang 12.11 meter dan panjang penujuk arah berukuran 2.15 meter.
Pada bulan Maret 2005 Tim Badan Pengkajian dan Penerapan melakukan pengoreksian untuk menentukan titik nol garis Khatulistiwa di Kota Pontianak, hasil pengukuran oleh TIM BPWT menunjukan, bahwa posisi tepat Tugu Khatulistiwa tergeser 117 m ke arah sungai Kapuas dari arah Tugu saat ini. Di tempat ini di bangun patokan baru yang masih terbuat dari pipa dan tali rafia.
Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya Kulminasi Matahari, yakni fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis Khatulistiwa. Pada kulminasi ini terjadinya bayangan tubuh akan hilang beberapa detik saat terpapar sinar Matahari, demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu. Kulminasi akan terjadi pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Itulah sekilas pengetahuan sejarah tentang kota Pontianak yang unik dengan kisah-kisahnya. Sekian dan terima kasih.(P)
Oleh: Ahmad Sima Hanip Rahman*
*Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Tim redaksi papadaan, Bag. Olahraga DP KMKM 2017/2018
