Reporter Majalah Papadaan – Predikat Mumtaz berhasil diraih oleh al-Ustadz Samsul Fajeri bin Ahmad Rifa’i, salah seorang mahasiswa magister Universitas al-Azhar asal Kalimantan dalam sidang tesis yang digelar di Auditorium Imam Bukhari, Gedung Fakultas Ushuluddin, Universitas al-Azhar, Kairo pada Senin (09/03).
Tesis yang ia tulis berjudul Ghayah al-Ihkam fi Ahadits al-Ahkam li Muhib ad-Din ath-Thabary, Dirasah Naqdiyyah (Studi Kritis terhadap Kitab Ghayah al-Ihkam fi Ahadits al-Ahkam karangan Muhib ad-Din ath-Thabary), berisikan sekitar 220 hadis tentang hukum-hukum Islam yang ditelaah dari takhrij, tahqiq, syarh dan pembahasan lainnya. Hadir dalam sidang tersebut al-Ustadz Dr. Nadi Abdullah Muhammad Abdul Majid dan al-Ustadz Dr. Abdullah Abdul Hamid Manshur sebagai penguji, serta sang pembimbing al-Ustadz Dr. Abdul Hamid Muhammad Ahmad al-Ayyath.
Menurut Samsul Fajeri, Syekh al-Ayyath yang menjadi pembimbing dalam penulisan tesisnya kali ini adalah sosok yang amat disiplin, selalu tepat waktu, tidak ingin berlama-lama dalam menyelesaikan suatu urusan dan tidak suka menerima banyak alasan. Demi mendukung mahasiswa bimbingannya agar segera merampungkan tesis, tak jarang beliau memarahi dan membentaknya. Namun, oleh Samsul Fajeri hal tersebut tidak diambil hati karena ia benar-benar sadar kalau perlakuan beliau kepada dirinya adalah untuk kebaikannya juga.
“Kalau buat orang yang hatinya perasa, bakal tersinggung lah kalau dikata-katai oleh beliau seperti itu. Tapi kan beliau mengatakan seperti itu supaya kita termotivasi. Jadi, sudah biasa saja rasanya kalau dikata-katai beliau,” ujarnya.
Untuk kawan-kawan yang ingin melanjutkan studi S2 di al-Azhar dan teman-teman yang masih dalam proses penulisan tesis, terlebih khusus lagi kepada yang belum berkeluarga, beliau berpesan agar bisa fokus dan terus optimis dalam menyelesaikan tulisan. Walaupun di awal penulisan tesis banyak kendala yang ditemukan seperti kesulitan mengetik dalam bahasa Arab atau belum terbiasa memberikan baris, ketika sudah fokus dan terbiasa semuanya akan menjadi cepat dan mudah.
“Setahun kalau kita fokus selesai, asalkan kita fokus,” kata Samsul Fajeri menegaskan.
Reporter: Muhammad Zainnur Royyan
Editor: Nishpi Anita Syahma




