Sudah kurang lebih dua bulan KMKM (Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir), ditangani dan digerakkan oleh kabinet baru yang diberi nama “Kabinet Ruhui Rahayu”. Kabinet yang dinahkodai oleh Saudara Amrul Irsyadi dan Sadillah al-Bahits diambil dari semboyan Provinsi Kalimantan Timur yang secara bahasa berarti kehidupan yang harmonis, aman, damai dan tentram, yang mana maksud dan tujuan pemberian nama ini adalah agar kedepannya KMKM menjadi kekeluargaan yang harmonis, damai, aman dan tentram dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman dan manhaj Azhari.
Kabinet yang dilantik oleh Presiden PPMI, Pangeran Arsyad Ihsanul Haq pada tanggal 20 Juli 2017 ini terdiri dari 8 divisi bagian, yaitu: Ketua, sekretaris, bendahara, sosial, keilmuan, olahraga, keputrian, media dan informasi. Alhamdulillah pada awal kepengurusan, kabinet ini berjalan dengan baik dan lancar, walaupun selalu ada kendala dan hambatan disela-sela kegiatan kepengurusan.
Pada kesempatan kali, ini kita akan membahas tentang sepak terjang atau hasil usaha dari beberapa divisi pada kabinet Ruhui Rahayu, yang telah beroperasi dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan. Untuk devisi pertama, yaitu divisi sosial. Divisi ini adalah devisi yang termaklum dengan kegiatan yang lebih banyak dari divisi-dvisi lainnya, hal ini terlihat dari acara-acara yang sudah berlangsung di KMKM seperti acara pembukaan kegiatan, kumpul malam takbiran, serta amaliyah dan haul ulama pada pertengahan September kemarin. Ada sedikit inovasi menarik dari divisi sosial tahun ini, yaitu mengadakan ceramah singkat yang disampaikan oleh salah satu warga junior KMKM. Tujuan dari inovasi ini tentunya sangat berfaedah dan efektif, yaitu supaya kedepannya warga KMKM mempunyai mental dan keberanian untuk berbicara di depan umum agar kelak ketika kita kembali ke masyarakat, kita tidak canggung dan demam panggung. Sedangkan inovasi yang satunya lagi, yaitu menyediakan layar proyektor untuk bait shalawat sehingga menambah efektifitas acara terutama untuk para hadirin yang tidak hapal bait shalawat ataupun yang tidak membawa buku shalawat.
Untuk devisi selanjutnya adalah divisi keilmuan. Untuk hasil usaha divisi ini masih belum seberapa karena hampir seluruh program kerja bagian ini lebih ditujukan kepada mahasiswa baru. Sedangkan program yang sudah terlaksana adalah mengadakan pengajian mingguan yaitu pengajian Nahwu dengan Kitab Attuhfatu Assaniyyah yang diajarkan oleh Ust. Faris Abdurrahman Roubach asal Aljazair.
Beralih ke divisi media dan informasi, divisi ini sedang sibuk pada proyek besarnya yaitu membuat buku profil seluruh warga KMKM. Proyek ini sempat sukses beberapa tahun lalu dan tidak berlanjut dikarenakan beberapa sebab. Sedangkan hasil usaha divisi ini adalah membuat KMKM gallery, menerbitkan buletin papadaan perdana pada awal September kemarin, serta mengadakan perpotoan kabinet untuk pembuatan struktur kepengurusan.
Devisi ketujuh yang tidak kalah penting adalah devisi olahraga. Dalam peribahasa yang sudah tidak asing lagi bagi kita, men sana in conpore sano yang berarti akal yang sehat, terdapat pada tubuh yang sehat. Maka, sebagai seorang mahasiswa yang notabenenya adalah orang yang berkecimpung dalam akademisi dan organisasi, kesehatan sangatlah penting dalam menunjang kesuksesan dua hal tersebut. Maka, divisi olahraga KMKM adalah penunjang kesehatan serta penyalur bakat warga KMKM dalam bidang olahraga. Berkenaan minggu-minggu ini Masisir sedang disibukkan dengan lomba-lomba dalam bidang olahraga, divisi ini telah menyiapkan tim voli putri dan mengadakan latihan intensif dalam rangka persiapan lomba Hut TNI pada tanggal 23 September 2017 kemarin, walapun sangat disayangkan pada akhirnya tim voli putri KMKM harus menerima kekalahan saat berhadapan dengan tim kekeluargaan Jambi. Sedangkan untuk putra, divisi olahraga sudah membentuk tim futsal yang akan dikirim dalam lomba Liga Masisir yang akan berlangsung setahun penuh setiap dua minggu sekali. Liga ini dimulai tanggal 15 September 2017 yang mana tim KMKM berhadapan dengan tim jawa timur dan hanya bisa berbagi poin dengan hasil akhir 2-2.
Beranjak ke divisi terakhir yaitu divisi keputrian. Divisi ini adalah divisi yang mengurus hal-hal yang berkenaan dengan keputrian, baik urusan di dalam KMKM sendiri maupun urusan dengan WIHDAH atau PPMI. Pada tempo yang relatif singkat ini, divisi keputrian telah menjalankan tugas semestinya, diantaranya berkordinasi dengan divisi olahraga dalam membentuk tim voli putri, bekerjasama dengan devisi media dalam pembuatan KMKM gallery serta menghadiri beberapa seminar keputrian yang diadakan PPMI dan WIHDAH.
Demikianlah sekilas tentang sepak terjang Kabinet Ruhui Rahayu pada awal masa kepengurusannya, semoga untuk kedepannya kabinet ini selalu diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanahnya, sehingga KMKM menjadi keluarga yang semakin maju dan sukses serta selalu mencetak alumni-alumni al-Azhar yang betul- betul memegang teguh syariat dan nilai-nilai keislaman. Alumni yang berkualitas tinggi dan dapat terjun ke masyarakat dengan seutuhnya, Amin ya robbal a’lamin.(P)
Oleh: Muhammad Taqiyyuddin*
*Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Tim Redaksi Papadaan, Ketua Bag. Pendidikan dan Keilmuan DP KMKM 2017/2018
