Ketika engkau telah mencapai puncak dan telah menemukan sinar tersebut, jadilah mata air yang bisa membersihkan setiap aliran air di sekitarnya, membuatnya jernih kembali. Memberikan manfaat kepada semua makhluk,
Setiap perjalanan manusia pasti tak semulus jalanan di tengah kota, pasti ada kalanya penuh dengan batu-batu kecil serta tajam. Untuk mencapai puncak dari sebuah gunung, kita harus melewati berbagai rintangan, padang rumput yang sangat tinggi, jalan yang menanjak, bebatuan serta banyak lagi rintangan, hingga kita bisa mencapai puncak itu. Kalaulah kita tahu indahnya puncak gunung ketika pagi, kita akan mencapainya dengan penuh perkiraan yang matang. Kalaulah kita mengetahui indahnya taman surga serta nikmat-nikmatnya, kita pasti akan memperhatikan semua langkah-langkah kita. Tak ada sedikitpun yang tak terhitungkan.
“Sungguh hanya orang-orang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas” (QS. az-Zumar: 10). Kalaulah hanya puas dengan yang kau dapatkan sekarang, sungguh kau termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi. Jalan yang telah Tuhan berikan kepada khalifah-Nya terbentang luas dan terbuka lebar “Bukankah bumi Allah luas, sehingga engkau berpindah-pindah di bumi itu” (QS. an-Nisa: 97), ”Dan Bumi Tuhan luas” (QS. az-Zumar: 10), tapi manusia kini hanya puas dengan apa yang dia dapatkan, hanya bisa mengeluh dengan apa yang ditimpakan kepadanya. Padahal Allah SWT telah memerintahkan kepada manusia agar berjalan di muka bumi untuk melihat semua keajaiban-keajaiban yang telah Allah tunjukkan di setiap langkah manusia tersebut. Bahkan, di dalam dirinya pun terdapat berjuta-juta keajaiban Tuhan, tapi sungguh manusia tidak mengetahuinya.
Tapi, untuk menuju sinar yang terang-benderang itu, bukan hanya dengan mengepalkan jari-jari tangan dengan kuat, mengangkatnya dan berteriak “aku bisa”, tidak, itu salah, kita perlu mulai dengan langkah pertama, dengan keyakinan dan azam yang kuat serta usaha yang sangat memeras keringat. Usaha yang sungguh akan kita rasakan hasilnya “Dan barangsiapa berusaha, sungguh usahanya itu untuk dirinya sendiri” (QS. al-Ankabut: 6). Saat kita benar-benar telah berusaha sekuat tenaga, jalan menuju sinar yang terang-benderang tersebut akan muncul sedikit demi sedikit, “Dan orang-orang yang berusaha untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. al-Ankabut: 69). Yakinlah, bahwa setiap usaha yang telah dilakukan pasti akan mendapatkan balasan, tidak sedikitpun luput dari penglihatan dan pengawasan Tuhan, walaupun itu sekecil biji sawi dan biji sawi tersebut berada di tempat yang tersembunyi yang tak terlihat oleh mata, “(Luqman berkata): Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada di dalam batu atau di langit ataupun di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).
Ketika engkau telah mencapai puncak dan telah menemukan sinar tersebut, jadilah mata air yang bisa membersihkan setiap aliran air di sekitarnya, membuatnya jernih kembali. Memberikan manfaat kepada semua makhluk, walaupun itu harus mengaliri di antara bebatuan, serta tebing yang curam, yang akhirnya terlihat indah ketika berjatuhan, memperlihatkan warna pelangi ketika berpadu dengan sinar matahari. Tak ada balasan yang paling indah selain balasan yang diberikan oleh Allah SWT. Kejarlah jalan yang terbentang luas tersebut, lewatilah dengan penuh ketakwaan, pasti engkau akan sampai di penghujung jalan, meraih sinar yang sangat terang-benderang.(P)
Oleh: Muhammad Aqilurrahim*
*Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Pimred Papadaan, Ketua Bag. Media dan Informasi DP KMKM 2017/2018
