Rabu, 1 Agustus 2018 | Edisi Sinai
Kairo, Majalah Papadaan KMKM – Departemen Sosial Kabinet Murakata 2018 sukses gelar rihlah ke Sinai, Dahab dan Sharm el-Syeikh. Rihlah yang berlangsung selama tiga hari ini (28,29,30/07) sangat dinikmati oleh warga KMKM dengan total peserta 48 orang.
Sabtu (28/07) adalah awal trip rihlah yang dibuka dengan briefing oleh panitia terkait dengan himbauan agar berhati-hati dan tetap menjaga kekompakan serta saling tolong-menolong ketika mendaki nanti. Kemudian berkumpul di Suq Sayarat, Madinet Nasr, Kairo, untuk menunggu kedatangan bus.
Perjalanan dengan jarak tempuh sekitar sebelas jam setengah ini berjalan lancar. Sebelum tiba di tempat tujuan utama yaitu Saint Catherine, rombongan rihlah menyempatkan singgah di Oyun Musa (sumur-sumur Nabi Musa AS), berziarah di makam Nabi Sholeh dan makam Nabi Harun serta menilik Patung Samiri. Tiba di Saint Catherine pada 18:30 Clt, rombongan segera menuju hotel untuk istirahat, menyiapkan tenaga untuk mendaki gunung jam 23:00 Clt.
Pendakian berhasil ditempuh dengan segala rintangannya. Mendaki itu memang menguras tenaga. Tak sedikit yang mengeluh karena kelelahan, tetapi semangat dan tekad mereka untuk sampai ke puncak lebih besar, hingga lelah itu berhasil ditepis. Pada pos terakhir pendakian, rombongan memilih untuk istirahat. Tafakur sambil menikmati hangatnya Pop mie di waktu subuh. Meskipun di musim panas, cuaca Sinai di malam hari sangat dingin.
Akhirnya pendakian sukses sampai puncak, dengan dua orang pribumi sebagai petunjuk jalan dan seorang guider. Semuanya berhasil sampai puncak Jabal Musa, kemudian shalat subuh di Masjid yang berada di puncak gunung.
Menurut orang yang berpengalaman tentang pendakian, Aziz mengatakan bahwa kekompakan saat mendaki adalah hal yang membuatnya terkesan, solid dalam segala hal. Dengan jumlah yang cukup banyak, 48 peserta, “pendakiannya seru, selalu bersama-sama dan tidak ada yang tertinggal, semuanya sampai ke puncak”.
Peluh keringat dan lelahnya pendakian terbayarkan lunas saat mencapai puncak. Panorama indah alam semesta, terbit sinar matahari menyinari bumi, membuktikan kekuasaan Tuhan. Kagum. Begitu indahnya alam ini, gunung ini salah satu bukti nyata ketika Nabi Musa menerima wahyu dari Tuhannya. Setiap mata hampir tak berkedip memandangi moment ini dan tak sedikit pula yang sibuk mengabadikannya dalam jepretan kamera.
“Indah luar bisa. Tak bisa bekata-kata kecuali memuji asma-Nya. Saya sungguh terpesona akan keindahan ciptaan-Nya”, ungkap seorang mahasiswa Universitas al-Azhar, Mesir.
Tak lupa pula rombongan rihlah mengabadikan moment kebersamaan mereka di puncak Jabal Musa dengan berpose bersama. Banyak juga yang berfoto dengan marhalah kedatangan masing-masing ataupun dengan beberapa teman terdekatnya.
Sekitar jam 5:30 Clt. rombongan pun mulai turun meninggalkan puncak gunung sembari memunguti sampah-sampah yang tercecer disepanjang jalanan. Karena alam ini begitu indah, tidak pantas dicemari dengan sampah.
Reporter : Daimah Ahmad
Editor : Hudaili Abdul Hamid dan Muhammad Aqilurrahim




