
Kamis, 2 Agustus 2018 | Edisi Dahab dan Sharm el-Syeikh
Kairo, Majalah Papadaan KMKM – Perjalanan rihlah hari kedua lanjut menuju Dahab yang terkenal dengan eksotis laut dan pantainya. Rombongan meninggalkan Saint Catherine sekitar jam 10 pagi. Suasana di dalam bus hening selama perjalanan. Karena kelelahan selepas mendaki, sebagian ada yang istirahat dengan menutup kedua matanya, ada juga yang menikmati eksotis pemandangan di sepanjang perjalanan.
Waktu tempuh perjalanan menuju Dahab memakan waktu sekitar 2 jam lebih beberapa menit. Tiba di hotel, rombongan langsung menempati kamar masing-masing dan melanjutkan istirahat.
Kegiatan pertama di Dahab adalah berkeliling menggunakan ATV, dimulai selepas shalat ashar. Menyusuri jalanan raya, medan yang cukup terjal dan menepi ke pesisir pantai yang mana saat itu rembulan sedang bersinar tepat diatas laut. Sehingga tampaklah keindahan yang memukau setiap mata yang memandang. Sekitar waktu isya kegiatan ATV berakhir.

Kegiatan selanjutnya adalah bebas tanpa arahan panitia, semuanya dapat melakukan apa saja sesuka hati. Di malam hari dengan sinar indah bulan purnama, jalan-jalan ke pasar adalah pilihan favorit, sambil memanjakan pandangan ke berbagai keindahan seni dan suvenir khas Dahab.
Esok pagi adalah hari terakhir, rombongan beramai-ramai pergi ke Blue Hole untuk snorkeling bersama. Desir hembusan angin dan pemandangan birunya lautan memanjakan mata disepanjang jalan menuju lokasi snorkeling. Tiba di lokasi, masing-masing menyiapkan perlengkapan, seperti pelampung, kacamata renang dan alat bantu pernafasan ketika di laut nanti.

Kekaguman semakin berdecak ketika melihat panorama indahnya karang dan ikan dalam lautan. Moment ini pun tak lupa diabadikan oleh beberapa peserta dengan berfoto bersama selama berada di lautan. Banyak pula keseruan lainnya terjadi hingga tak sedikit yang mengatakan bahwa snorkeling terasa kurang lama, “sayang waktunya sebentar” ujar Najih mengutarakan ketidakpuasannya.
Kemudian rombongan rihlah kembali ke hotel dan bergegas bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya: Sharm el-Syeikh, tepatnya mengunjungi Masjid Sahabah. Pada waktu ashar, rombongan rihlah tiba disana dan tidak lupa untuk mengabadikan dengan foto bersama. Setelah itu mereka leluasa menyusuri lokasi sekitar. Kemudian menunaikan shalat ashar pada masjid tersebut.
Masjid Sahabah memiliki daya tarik tinggi dan sangat unik dengan perpaduan gaya arsitektur dari berbagai negara. Sehingga beberapa tahun terakhir memang sedang menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Tempat wisata yang tak pernah sepi dari pengunjung.
”Masjidnya unik, seperti istana di negeri dongeng” komentar seorang dengan spontan ketika baru saja melihat masjid tersebut.

Para peserta rihlah pun mulai terlihat sibuk menangkap pemandangan indah Masjid Sahabah dengan kamera mereka masing-masing. Berfoto bersama marhalah pun tak pernah terlewatkan dan membuat meme salam untuk teman terdekat ataupun kerabat juga selalu terlihat selama perjalanan rihlah ini.
Matahari mulai bergeser menunjukkan, rombongan harus meninggalkan kenangan, bergegas menuju bus dan pulang ke Kairo. Selama di Bus, sempat ada saling tukar kesan dan cerita, banyak kesan pesan yang disampaikan terkait rihlah kali ini. Meskipun banyak yang merasakan kelelahan, tetapi semua peserta tetap terlihat senang dan bahagia.
Reporter : Daimatul kholisoh dan Zahidah Nabilah
Editor : Hudaili Abdul Hamid dan Muhammad Aqilurrahim
