• April 21, 2026

Papadaan KMKM

Media Komunikasi & Dedikasi Jama'ah

Lembaran Baru seorang Wanita

Dia akan merasakan betapa berharganya seorang ibu, nasihatnya, kasih sayangnya, kelembutan-nya dan tutur katanya.

Wanita adalah seseorang yang menjadi tulang rusuk dari seorang laki-laki, sebagaimana seorang nabi Adam yang dipertemukan tulang rusuknya dengan sayyidatina Hawa. Begitu juga menurut Yusuf al-Qardhawi wanita adalah penyempurna bagi laki-laki.

Adapun menurut Abdurrahman Umairah, definisi wanita adalah merupakan manusia yang mulia dan bernilai, karena memiliki sifat kemanusiaan yang tinggi.

Wanita dan ibu adalah dua sosok yang yang tidak pernah lepas dari kehidupan kita. Tanpa sosok ibu kita tidak akan pernah ada di dunia ini. Bahkan banyak orang-orang hebat yang tidak akan pernah bisa menjadi hebat tanpa didukung dengan sosok wanita hebat dibelakangnya.

Seorang ibu mendidik anaknya dari lahir hingga masa ketika seorang wanita itu akan dititipkan oleh Sang Pencipta ke pendamping hidup. Tak bisa dipungkiri juga seorang wanita mempunyai cita-cita yang tak kalah dengan seorang laki-laki, walaupun berat rasanya seorang ibu untuk melepaskannya.

Merantau ke negeri orang adalah termasuk cita-cita dan keinginan seorang wanita, akan tetapi seorang ibu yang selalu merawatnya, menjaganya, mengontrol segala sifat anaknya pasti akan terbersit di dalam hatinya sebuah rasa kekhawatiran yang sangat mendalam, bagaimana mungkin seorang anak perempuannya yang telah dia rawat dari kecil hingga besar akan meninggalkannya dalam waktu dan jarak yang tak bisa ditempuh dengan sekejap.

Sebuah izin dari seorang ibu adalah amanah dan kesempatan emas seorang wanita untuk membuktikan bahwa dia juga bisa merealisasikan mimpi yang tak hanya dimiliki seorang laki-laki.

Kegiatan merantau adalah sesuatu lembaran baru bagi seorang wanita, yang mana disana dia akan merasakan betapa berharganya seorang ibu, nasihatnya, kasih sayangnya, dan kelembutan tutur katanya serta dia juga akan merasakan dan belajar  kehidupan baru dari segi beradaptasi dengan temannya, bagaimana berinteraksi dengan lawan jenis bagi yang kehidupannya berbasis kepesantrenan selama enam tahun masa remajanya.

Seorang wanita yang baru melangkahkan kakinya dalam merantau akan mempunyai banyak pertanyaan di benak pikirannya dalam menghadapi kehidupan di negeri barunya. Pertanyaan itu akan muncul ketika dia mulai aktif dalam sebuah lembaga di negeri orang. Dia akan mulai berhadapan dengan bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis dan sebagainya .

Di sebuah lembaga itu akan ada yang namanya berinteraksi dengan lawan jenis dan bercampur baur entah dalam segi kegiatan rapat ataupun sebuah kepanitiaan .

Bagaimanakah cara seorang wanita dalam mengatasi sebuah permasalahan ini?

Cara seorang wanita dalam menghadapi permasalahan ini adalah dengan bersifat sebagaimana sifatnya sendiri, tidak berusaha untuk menjadi diri orang lain, bersifat sebagaimana mestinya yang disyariatkan oleh agama kita, berinteraksilah secukupnya.

Sebagian orang berpendapat cara mereka untuk mengatasi sebuah permasalahan ini adalah dengan berusaha untuk mengurangi sebuah kegiatan yang kurang bermanfaat bagi dirinya, agar bisa menata  hati.

Masalah hati tak bisa kita pungkiri, semua orang mempunyai rasa, entah apapun itu, tinggal seberapa bisa dia untuk mengatur sebuah perasaan itu, adapun sebaik baik obat untuk mengontrol perasaan adalah dengan mengingat Allah, sebagaimana Allah telah berfirman dalam (QS: 13;28) hanya dengan  mengingat  Allah hati menjadi tenang.

Hati dan perasaan milik sang pencipta, maka kembalilah kepada sang pemilik hati untuk menenangkan jiwa ini. Allahumma tsabit quluubana alaa diinika ya robb.(P)

 

 Oleh: Nayirah*

*Mahasiswi Tingkat II Fakultas Usuluddin, Ketua Keputrian DP KMKM Demisioner

 

 

Masukkan Komentar