Reporter Majalah Papadaan, Kairo. Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM) kembali adakan acara Takrim Mutafawwiqin sekaligus penutupan seluruh kegiatan menjelang ujian termin satu yang bertempat di Wisma KMKM (16/22).
Kemeriahan acara ini semakin bertambah karena dewan pengurus KMKM kali ini berhasil menghadirkan dua Syekh besar Al-Azhar, yakni Syekh Ahmad Syarif Al-Azhari dan Syekh Zakaria Muhammad Marzuq.
Acara diawali dengan pembacaan maulid simt ad-durar karangan Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Setelah itu acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran oleh Ustadz Muhammad As-Shiddiq Nor. Dilanjutkan dengan penyampaian nasihat serta wejangan dari Syekh Ahmad Syarif Al-Azhari dan Syekh Zakaria Muhammad Marzuq.

“Ujian mempunyai sisi baik dan buruknya. Sisi baik dari ujian, seorang tullab akan mudzakarah pelajaran, menghafalkan sampai mutqin. Sedangkan sisi buruk dari ujian sudah menjadi rahasia umum, para tullab menjadikan ilmu dan ujian hanya sebagai sesuatu yang ditulis, dan bila ditanya ‘Apa yang ada dalam ujian? Allahu a’lam, ‘Jangan bertanya setelah ujian, aku lupa segala hal yang ada di dalamnya.”
Selain menyampaikan nasihat sebelum menghadapi ujian, Syekh Ahmad Syarif Al-Azhari juga berpesan agar jangan menganggap ujian sebagai Tuhan sehingga menghambakan diri kepada ujian, tapi tuntutlah ilmu karena Allah dan Rasulullah, karena itu adalah amanah.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Takrim Mutafawwiqin, “Tujuan diadakannya takrim mutafawwiqin kali ini untuk mengapresiasi para warga KMKM yang memiliki prestasi akademis, salah satunya di dalam dunia perkuliahan. Kedua Untuk memotivasi warga KMKM lainnya yang belum ada kesempatan mendapat nilai yang bagus dalam kuliah. Ketiga Sebagai perekat bagi warga KMKM sendiri dari senior ke junior nya” tutur ustadz Ubaidillah selaku ketua pelaksana.
Penerima penghargaan takrim mutafawwiqin kali ini sebanyak 37 orang, enam orang diantaranya mendapatkan predikat Mumtaz dan sisanya 31 orang mendapatkan predikat Jayyid Jidan. Di akhir acara diadakan doa bersama yang dipimpin oleh Syekh Zakaria Muhammad Marzuq.
Reporter: Huda Syadzali
Editor: Khairul Abdillah
