• April 18, 2026

Papadaan KMKM

Media Komunikasi & Dedikasi Jama'ah

Hikmah CUEK

Bykmkmpapadaan

Mar 31, 2018 #cuek, #hikmah

Kita tentu ingat cerita Luqman al-Hakim dan anaknya. Luqman menyuruh anaknya untuk mengambil seekor keledai. Ia menaiki keledai sedangkan anaknya berjalan sambil menuntun. Ketika mereka berdua melewati sekumpulan orang, mereka berkata mengomentari hal ini, “Anak kecil disuruh berjalan sedang yang tua enak-enak naik keledai, betapa kejam dan tak tahu malu orang itu”.

Setelah melewati sekumpulan orang tadi, Luqman menyuruh anaknya menaiki keledai dan ia yang menuntun keledainya. Ketika melewati sekumpulan orang yang lain lagi, Mereka berdua mendengar komentar dari orang-orang tersebut, “Yang kecil naik sedang yang tua disuruh jalan menuntun keledai, sungguh kejam dan tak tahu sopan anak itu.”

Demikianlah  setiap mereka melewati kerumunan orang-orang, selalu ada komentar yang janggal didengar, bahkan ketika keledai itu dinaiki bersama-sama maupun ketika keledai itu dibiarkan berjalan tanpa ada yang menaikinya.

Tak heran jika Luqman al-Hakim bernasihat kepada anaknya untuk cuek. Beliau berwasiat: “Hai anakku, lakukanlah apa-apa yang menjadi kebaikan bagi dirimu, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Lakukanlah apa yang menjadi kepentinganmu hingga selesai, jangan hiraukan perkataan dan cemoohan orang lain. Bagaimanapun juga kau tidak akan bisa membuat mereka lega ataupun puas dan kau tak akan dapat mempersatukan mereka.”

Sikap cuek atau yang lebih kita kenal dengan acuh tak acuh memang bisa dipakai untuk senjata hidup, tapi masih pada jalan yang benar. Kita akan merasa nyaman jika kita tidak mau tahu urusan orang  lain dan pembicaraan orang alias gosip atau ngerumpi orang lain.

Cuek yang mengenalkan istilah “that’s not your business” memang terpuji di Barat. Bisa kita gambarkan dengan istilah siapa loe siapa gue. Tetapi bila cuek dalam artian menyangkut kebersamaan, maka istilahnya harus diganti menjadi “this is our business.” Ini memang urusan kita bukan hanya sekedar my business ataupun  your business. Ketika masuk ke konteks inilah (baca:kebersamaan), sikap mau bercuek-cuek lalu menjadi jelek bahkan dapat menjadi sikap yang egois.

Maka dari itu, perlu kita ketahui bahwa setiap perilaku kita akan berdampak pada diri kita sendiri. Karena kita adalah sebagian dari masyarakat besar atau dalam istilah lain human society. Kita tidak dapat hidup sendirian dan harus pandai memilih apa yang sesuai  dan apa semestinya yang kita sikapkan. Begitulah dengan sikap cuek tadi, selalu ada penempatan sesuai dalam bersikap tersebut.(P)

 Oleh: Mahfuzah Khairina

(Repost rubrik papadaan edisi 49 tahun 1998) *Senior KMKM

 

 

Masukkan Komentar